Oknum Polisi Tembak Pengusaha Minyak di Mestong, Humas Polda Jambi: Korban Mengancam

Zulpahmi tewas ditembak oleh oknum anggota polisi, pada Rabu siang 21 November 2018 sekira pukul 13.00 WIB. Menurut Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, pelaku dengan korban terlibat utang piutang. Saat ditagih, korban malah mengancam dan hendak membacok pelaku.

“Persoalan ini berawal dari utang piutang. Si korban ini berutang. Pada saat ditagih, dia tidak mau bayar. Dia malah mengancam dengan Menurut Kuswahyudi, pelaku saat ini telah diamankan dan tengah diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi. tajam dan membacok. Oknum polisi ini membela diri dan bermaksud melepaskan tembakan peringatan, tapi malah kena korban,” kata Kuswahyudi, Rabu malam 21 November 2018.

Kepala Desa Nyogan Asrul juga mengatakan, berdasarkan informasi dari istri korban yang bernama Cici, Zulpahmi memiliki utang terhadap pelaku.

Akibat tembakan itu, bagian perut sebelah kiri Zulpahmi berlubang diterjang peluru dari jarak dekat. Dia tewas. Dan naasnya, proyektil peluru juga menerjang rekan pelaku bernama Idrus, warga Payoselincah, Kota Jambi.

Menurut Kuswahyudi, pelaku saat ini telah diamankan dan tengah diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi.

Danrem 042/Gapu Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Kunjungan Wapres RI

Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Kolonel Inf Dani Budianto memimpin lansung Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bertempat di Lapangan Korem 042,Kamis (22/11).

Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Dani Budianto selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Dansatgas Wil) Provinsi Jambi dalam amanatnya mengatakan ini merupakan kebanggaan bagi kita karena Jambi berkalu-kali dapat kunjungan dari Wakil Presiden,itu berarti Jambi termasuk aman,nyaman,dan tugas kita adalah mengamankan kunjungan Wakil Presiden selama berada di Provinsi Jambi,ada dua titik tempat pengamanan VVIP yaitu yang pertama di Bandara dan ke dua di Hotel ACC.

Adapun jumlah pasukan yang diturunkan sebanyak 958 personil diantaranya,TNI,Polri,Pemerintah,Panitia dan Wartawan,dan apabila hal-hal yang mencurigakan cepat laporkan kepada Dansatgas nya masing-masing satuan demi kenyamanan kunjungan Wakil Presiden selama berada di Provinsi Jambi,ungkap Danrem 042/Gapu. Dalam apel pasukan ini bertujuan mengecek kesiapan personil maupun kesiapan materil berupa alat peralatan dan sarana yang akan digunakan dalam pengamanan Wakil Presiden RI DR.Drs.H.M.Jusuf Kalla pada acara Rakornas I KAHMI se Indonesia yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu mendatang (24/11) yang bertempat di Hotel ACC.

Danrem 042/Gapu bersama Pejabat Utama Korem dan Polda Jambi mengecek lansung kesiapan pasukan yang terdiri dari TNI,Polri,Damkar,dan Dinas Perhubungan

Fachrori Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Provinsi Jambi.

Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar menghadiri sekaligus melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Rabu (21/11).

Dalam sambutannya, Fachrori mengatakan kepada pejabat yang baru dilantik dapat bekerja serius dan mengutamakan kepentingan masyarakat. ” pejabat yang baru dilantik harus dapat bersikap mandiri dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintah kedepannya, dan kepada seluruh OPD baik yang baru apalagi yang lama untuk bekerja serius, mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujar Fachrori.

” Saya ingin mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan adalah amanah dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” Lanjut Fachrori. Fachrori juga berpesan kepada seluruh OPD agar bekerja dengan sebaik – baiknya sesuai amanah. ” Jangan sampai Jambi ini parah lagi, dan saya ucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik dan selamat bekerja semoga tujuan Jambi yang Tertib, Unggul, Nyaman, Tangguh Adil dan Sejahtera dapat kita wujudkan bersama,” pesan Fachrori.

Untuk diketahui Adapun nama-nama yang dilantik diantaranya :

1. Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M. Fauzi.

2. Kepala Bappeda Provinsi Jambi Donny Iskandar.

3. Asisten III Sudirman.

4. Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sri Argunaini.

5. Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakat dan Sumber Daya Manusia, Akmad Bastari.

6. Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Asraf.

7. Kepala Dinas Kehutanan Akhmad Bestari.

1.135 Siswa SMU Ikuti Kampanye Anti Narkoba Di Mabes TNI.

Sebanyak 1.135 Siswa dan Siswi dari SMU se-Jakarta Timur mengikuti kegiatan Penyuluhan Hukum tentang Kampanye Anti Narkoba dan Bullying yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka HUT ke-43 Babinkum TNI, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/11/2018).

Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Mayjen TNI Joko Purnomo, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada umumnya usia pelajar secara psikologis dipandang masih memiliki tingkat emosional yang labil dan pola berpikir yang belum matang, sehingga menjadi rentan terpengaruh dan tertarik dengan hal-hal yang menurut mereka baru terutama pengaruh negatif yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Menurut Mayjen TNI Joko Purnomo, Narkoba adalah segala zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan dapat mengakibatkan efek kecanduan bagi para penggunanya. “Korban akibat Narkoba telah meluas dan sangat mengkuatirkan karena saat ini peredaran dan perdagangan Narkoba tidak terbatas hanya di kota besar saja, tetapi sudah menjalar sampai ke berbagai pelosok desa bahkan para pelajar begitu rentan menjadi sasaran bagi pengedar narkoba,” jelasnya.

Kababinkum TNI mengatakan bahwa kondisi tersebut memaksa Pemerintah Indonesia menetapkan bahaya Narkoba sebagai kejahatan luar biasa dan melalui aparat penegak hukumnya sudah menegaskan untuk memberantas sampai ke akar-akarnya dan menyatakan perang melawan Narkoba di Indonesia.

“Demikian pula kita semua dan tentu adik-adik pelajar juga harus punya komitmen kuat untuk tegas menolak, menghentikan, melawan dan menyatakan perang terhadap Narkoba di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari,” tegasnya.

Selanjutnya Kababinkum TNI mengatakan bahwa saat ini marak terjadi tindakan Bullying atau perilaku kekerasan terhadap anak yang pada umumnya terjadi di lingkungan sekolahan. “Secara umum, Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok siswa/siswi yang merasa lebih kuat dari siswa/siswi lain yang lebih lemah tanpa ada perlawanan dengan tujuan membuat korban menderita.

“Beragam bentuk Bullying antara lain memojokan, mengintimidasi, mengolok-olok, memaki, mempermalukan didepan umum menyebar gosip hingga kekerasan fisik seperti mendorong-dorong, menampar dan lain sebagainya,” katanya.

Turut hadir pada penyuluhan tersebut diantaranya Wakababinkum TNI Brigjen TNI dr. Wahyu Wibowo, S.H., M.H., Oditur Jenderal (Orjen) TNI Brigjen TNI Sumartono, S.H., M.H., Kepala Pusat Lembaga Pemasyarakatan Militer (Kapuslemasmil) Brigjen TNI Djuhendi Sukmajati, S.H. dan Wakil Orjen TNI Laksma TNI Guramad Sabirin, S.H., M.H

PPWI Nasional Apresiasi Penangkapan Terduga Pembunuh Wartawan Dufi.

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas kerja cepatnya menangkap terduga pembunuh wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi. Hal itu disampaikan Wilson kepada redaksi media ini melaui pesan WhatsApp-nya, Rabu (21/11/2018).

Keberhasilan pihak Kepolisian itu, lanjut Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, semoga diikuti oleh pengungkapan motif pembunuhan yang selanjutnya disampaikan kepada publik dengan sejujur-jujurnya. “Semoga segera diketahui motif di balik pembunuhan itu. Publik perlu informasi secara transparan dan jujur terkait apa yang sebenarnya terjadi antara korban dengan terduga pembunuh ini, termasuk jika ada pihak lain yang terlibat menjadi dalang pembunuhan keji tersebut,” kata Wilson.

Sebagaimana diberitakan secara masif dalam satu-dua hari belakangan, mayat almarhum Dufi, yang sempat bekerja di berbagai media televisi, termasuk TVRI, ditemukan di dalam drum plastik berwarna biru di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari keterangan saksi dan polisi, keadaan penutup drum dilakban rapat, dan kondisi mayat teridentifikasi korban mengalami penganiayaan berat sebelum meninggal. Fakta ini menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Sekber Pers Indonesia itu menunjukkan bahwa kemungkinan pelaku penganiayaan dan pembunuhan lebih dari seorang.

“Melihat kondisi mayat yang mengalami penganiayaan berat dan sadis itu, plus dimasukkan dalam drum yang kemudian dilakban, selanjutnya dibawa ke suatu tempat untuk dibuang, menurut saya pelakunya berkemungkinan lebih dari satu orang,” imbuh Wilson.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar proses pengungkapan kejadian dan motivasi pelaku pembunuhan wartawan Dufi terus didalami pihak berwajib dan menyampaikannya kepada publik.”Semoga Polri, dalam hal ini Polda Metro Jaya segera dapat mengungkap semuanya. Terlepas dari itu semua kita patut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polri,” pungkas tokoh pers nasional yang sudah melatih ribuan warga TNI, Polri, PNS, mahasiswa, organisasi pemuda, LSM, wartawan, dan masyarakat umum itu. 

KBPP Polri Bersama BNN Provinsi Jambi Gelar Seminar Sehari Dengan Tema Melindungi Anak Dari Ancaman Narkoba

Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPP) Provinsi Jambi menggelar seminar sehari bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi sebagai narasumber dengan mengangkat tema Melindungi anak dari ancaman Narkoba,Sabtu (17/11) bertempat di Gedung Nasional jalan Jend Sudirman,Dusun Baru Kota Sungai Penuh.

Dalam kesempatan ini,dari BNNP Jambi yang memberikan materi dalam seminar sehari tersebut disampaikan lansung oleh Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol.Drs Heru Pranoto,yang di wakili oleh Kabid P2M AKBP.Abdul Razak,SE denga diikuti oleh peserta dari Pemerintah Daerah (Pemda), Tokoh masyarakat (Tomas),tokoh Agama (Toga),Adat, dan tokoh pemuda.

Saat AKBP. Abdul Razak memberikan materi mengatakan,” bahwa saat ini Indonesia surga bagi narkoba.Yang mana diadakannya seminar ini bertujuan untuk penyebaran informasi kepada masyarakat bahwa narkoba merupakan musuh Negara, dan sebagai alat pemusnah massal bagi generasi penerus bangsa,dan dengan diadakannya seminar ini pula kita sebagai orang tua khususnya harus melindungi keluarga terutama anak-anak kita dari ancaman narkoba”, ungkapnya.

Dan alhamdulillah,kegiatan ini terlaksana atas kerjasama BNN Provinsi Jambi dengan KBPP Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Kapolda Jambi Sholat Jumat Keliling Di Mesjid Baiturrahim Desa Pasar Terusan

Bertempat di Mesjid Baiturrahim Desa Pasar Terusan Muara Bulian Batang Hari, Kapolda Jambi Irjen Pol Drs. Muchlis AS, M.H. didampingi oleh Karo SDM, Dirsabhara dan Kabid Propam melaksanakan sholat jumat keliling,Jum’at (16/11).

Pada kesempatan Sholat Jumat keliling ini Kapolda Jambi menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada para jamaah sholat jumat yang hadir serta mengajak dan mendukung untuk mewujudkan Pilpres dan Pileg 2019 Aman, Damai dan Sejuk. “Tetap jaga persatuan dan kesatuan, jangan mau terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan kita, serta lebih bijak menggunakan media sosial”,ungkap Kapolda.

“Tahun 2018 sampai Okt 2019 merupakan tahun Politik,jaga keamanan dan ketertiban serta persaudaraan,tetaplah jaga Persatuan dan Kesatuan masyarakat,awasi bersama, agar pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan dengan tertib lancar dan sesuai yang di harapkan seluruh rakyat Indonesia”,lanjutnya

“Tokoh Agama, masyarakat, dan seluruh elemen saling bahu membahu menjaga tertibnya pelaksanaan pemilu, laporkan setiap pelanggaran yg terjadi kepada pihak terkait agar jalannya Pesta demokrasi ini tetap Aman, Damai dan Sejuk,”tutup Kapolda.

Diakhir sholat jumat keliling ini, Kapolda Jambi memberikan tali asih kepada pengurus Mesjid Baiturrahim.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi, S.I.K, S.H. saat dikonfirmasi menyampaikan,”Bahwa giat Sholat Jumat keliling ini merupakan giat rutin Polda Jambi dalam rangka mendekatkan Polri dengan Masyarakat dan dalam rangka memakmurkan rumah ibadah (Mesjid)”, ungkap Kabid Humas.(I

John Kei, Pertobatan Godfather of Jakarta di Lapas Nusakambangan

“Saya Ratna, Bang… dari Kantor Staf Presiden,” begitu salam yang kusampaikan sembari menyodorkan tanganku kepada lelaki berperawakan degap itu. Senyum tersungging di bibirnya yang menghitam sembari menggenggam hangat telapak tanganku. Nama lelaki itu John Refra Kei.

Badannya penuh tato, lengan kekar berotot, tapi pada jemari kanannya tergenggam canting. Sementara jemari kirinya menjadi wadah penahan kain putih agar menyerap tinta yang baru diulasnya.

John Kei sedang membatik.

Begitulah penampilan John Kei. Lelaki yang dulu dikenal garang dan menakutkan itu, aku temui pada pekan pertama bulan November 2018, di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kami sempat berbincang tak lebih 30 menit. Namun, dalam waktu pendek itulah aku melihat banyak perbedaan dari John Kei yang dulu dikenal sebagai Godfather of Jakarta.

Aku tidak pernah menyangka lelaki yang sekarang di hadapanku ini telah berubah sejak menjalani hukuman lima tahun terakhir.

Sebelumnya, dia dikenal sebagai pria yang tak ragu menggunakan kekerasan di kawasan ibu kota Jakarta.

Kebebasan dan kekuasaannya runtuh setelah pengadilan menjatuhkan vonis 16 tahun penjara atas kasus pembunuhan Bos Sanex Steel Indonesia,Tan Harry Tantono, pertengahan 2013, lima tahun silam.

Putusan pengadilan itu sekaligus membawa John Kei harus diungsikan dari Lapas Salemba Jakarta ke pulau penjara Nusakambangan.

Di tempat baru, John Kei menempati penjara berkeamanan super maksimum, sebuah blok khusus bagi narapidana yang dianggap berisiko tinggi, selama tiga bulan.

Para napi di lapas ini mendapat perlakuan berbeda. Satu napi ditempatkan dalam satu kamar yang dilengkapi kamera pengintai sepanjang waktu. Semua aktivitasnya terpantau dan terekam.

Ransum makan dikirimkan ke kamar masing-masing. Napi tidak dapat berbicara dengan napi lainnya. Kunjungan keluarga dibatasi. Bahkan, napi hanya berhak keluar sel maksimal sejam dalam satu hari.

Kelar tiga bulan mendekam di sel khusus, John Kei dipindahkan ke Lapas Permisan yang berkategori medium risk atau risiko menengah. Masih bagian dari Nusakambangan.

Pria kelahiran Pulau Kei di Maluku itu berkesempatan berinteraksi dengan manusia. Dia juga mulai diajari untuk memiliki keterampilan.

Ternyata, John Kei memilih untuk belajar membatik. Keren.

Pada sela-sela kesibukannya membatik, John Kei menghabiskan waktu untuk membaca dan beribadah.

“Saya dulu tidak pernah ada waktu untuk ibadah. Tapi Nusakambangan membawa Tuhan hadir di diri saya,” kata John Kei kepadaku.

Kehadiran Sang Pencipta itu dirasakannya bersamaan saat dia nyaris mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya.

Tapi kemudian dia berupaya berbicara kepada Tuhan. “Kalau saya mati, saya mau masuk surga. Bukan masuk neraka kerena bunuh diri,” katanya.

Dia meminta bantuan untuk dapat bertahan pada masa penghukuman. Dia menyesali masa lalu. Dia memohon maaf. Dia ingin menghapus pengalaman hidupnya dulu.

Kesadaran John Kei muncul saat menempati penjara super-maximum. Dia menempati sel yang hanya selebar dua meter dan panjang lima meter.

Semua aktifitasnya, mulai dari tidur, mandi, membaca buku, marah, menangis, di lakukan dalam sel tersebut.

Bahkan, dia hanya bisa berbicara dengan tembok. Dia sendirian. “Tidak ada yang mampu bertahan di lapas super maximum, sehebat apa pun dia.” katanya.

Kurungan khusus ini memang memiliki empat tingkatan pengamanan. Mulai dari Super Maximum Security (Pengamatan Sangat Tinggi), Maximum Security (Pengamanan tinggi), Medium Security (Pengamanan Sedang) dan Minimum Security (Pengamanan Rendah). Setiap level akan ada konsekuensi bentuk pengamanan, pembinaan dan penilaiaannya.

Model ini baru ada di Indonesia sejak Agustus tahun 2017. Kekinian, lapas yang mempunyai sel khusus baru ada di lima lokasi.

Kelima lapas itu ialah Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, LP kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan, Lapas Narkotika Kelas III Langkat di Sumatera Utara, LP Narkotika Kelas III Kasongan di Yogyakarta, dan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gunung Sindur di Jawa Barat.

Konsep ini dibuat untuk memotivasi narapidana menjadi lebih baik. Selain itu, guna mencegah terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang di lapas ataupun di rumah tahanan.

Mereka yang ditempatkan di kurungan spesial ini kebanyakan dengan latar belakang pembunuhan, teroris, dan narkoba.

John Kei merupakan salah satu hasil pembinaan di penjara super maksimum ini. Meski baru menyelesaikan kurang dari sepertiga masa tahanannya, kini John Kei sudah banyak berubah.

Dia menjadi pengkhotbah. Pengalamannya memberikan pencerahan bagi narapidana lain.

“Saya ingin menjadi manusia baru ketika saya keluar dari penjara. Saya menyerahkan hidup saya pada Tuhan,” katanya menutup perbincangan kami.

Meski hanya sebentar, pertemuanku dengan John Kei memberi sedikit rasa lega. Kantor Staf Presiden tempatku bekerja memang memberi perhatian terhadap program Revitalisasi Pemasyarakatan, terutama untuk mengatasi kelebihan kapasitas lapas dan pembinaan napi.

John Kei adalah salah satu contoh betapa program sel khusus yang sudah berjalan setahun ini memberikan hasil yang menggembirakan.

Pertemuan singkat dengan John Kei memberi harapan bagi kelanjutan program ini sebelum mereka kembali ke masyarakat.

Aku lantas berpamitan. John Kei menjabat tanganku, hangat bersahabat. Kami berharap akan kembali bertemu nanti, dengan suasana yang lebih baik lagi.

***

Kamis, 15 November 2018, Suara.com berbicara dengan Ratnaningsih Dasahasta, Tenaga Ahli Kedeputian V Kantor Staf Presiden. Ia menuturkan, sempat menemui John Kei saat bertugas mengunjungi Lapas Nusakambangan.

“Wah, saya lupa tanggalnya, tapi ke sana dua pekan lalu.  Awal November, hari Jumat,” tutur Ratna.

Ia menuturkan, kekinian, banyak hal telah berubah pada lapas yang dikenal sebagai ”Alcatraz Indonesia” tersebut.

Dulu, kata dia, narapidana bakal menangis kalau mendapat keputusan dipindahkan ke Nusakambangan.

”Kalau sekarang, dengan metode baru yang menempatkan napi dalam one man one cell, semakin menangislah para napi berisiko tinggi,” tuturnya.

Menurutnya, beragam perubahan fasilitas maupun metode pembinaan di Lapas Nusakambangan membuat para napi bisa menyadari kesalahannya.

Dengan program revitalisasi lapas, Ratna menuturkan metode pengelolaan pembinaan napi semakin rapi dan tertib. Terutama untuk napi dengan kategori memunyai risiko tinggi.

”John Kei sudah melaluinya dan kini bisa dilihat perubahannya,” tandas Ratna.



Kabupaten Tanjabtim Terima Penghargaan Terbaik I, Daerah Tercepat Menurunkan Angka Kemiskinan

“Plt. Gubernur Jambi H Fachrori Umar menyerahkan penghargaan kepada Bupati Tanjab Timur”

Dua setengah tahun memimpin Kabupaten Tanjab Timur, Bupati Romi Hariyanto bersama wakilnya Robby Nahliyansyah berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

Dari data statistik terungkap Tanjabtim kurun 2015-2017 mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,59 %, melampaui capaian kabupaten Sarolangun 1,42% dan kabupaten Tanjab Barat 1,31 %.

Tanjab Timur dinilai paling cepat progres penurunan angka kemiskinan warganya. Tahun 2015 kemiskinan di kabupaten yang terbentuk tahun 1999 itu masih 14,17%. Memasuki tahun pertama pemerintahan Romi – Robby pada 2016 angka itu mampu ditekan 1,41 poin sehingga tinggal 12,76%. Memasuki tahun kedua pasangan yang sama – sama berlatar legislator ini mampu menekan lagi 0,18 poin menjadi hanya 12,58%.

Anugerah dan Penghargaan sebagai daerah tercepat menurunkan angka kemiskinan diserahkan langsung pelaksana tugas Gubernur Jambi H Fachrori Umar kepada Bupati Romi pagi tadi Rabu (14/11) di ruang pola Bappeda Provinsi Jambi, di Jambi.

Usai menerima penghargaan, Bupati Romi menjelaskan bahwa prestasi itu diraih semata karena keinginan kuatnya untuk segera mengentaskan kemiskinan warganya. Karena itu sejak awal dilantik sebagai bupati pada 12 April 2016 silam, dia bersama Wabup Robby menerapkan strategi berbagai kebijakan yang harus bermuara pada penurunan kemiskinan. Strategi dan arah kebijakan itu antara lain mewajibkan agar bantuan untuk masyarakat miskin wajib mengacu kepada Basis Data Terpadu 2015 yang diterbitkan oleh TNP2K. Maupun program kegiatan OPD terkait bantuan sosial untuk kelompok masyarakat miskin, minimal 40% calon penerima harus diambil dari daftar BDT 2015.

Kedapatan ‘Ngamar’, Oknum PNS Kesbangpol Jambi Terancam di Pecat

Terkait dugaan ada oknum PNS dari Kesbangpol Provinsi Jambi, yang kedapatan sedang berduaan denga seorang wanita dikamar hotel, saat razia pekat satgas polda jambi pada Senin (13/11) malam kemarin. Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Provinsi Jambi Asnawi AB, membenarkan hal tersebut.

Dirinya mengatakan, bahwa oknum tersebut, adalah PNS yang bertugas di Bakesbangpol Provinsi Jambi.

“Memang benar itu PNS Bakesbangpol di bagian intel, nama nya Iwing Mariadi. Tadi saya juga sudah menanyakan hal tersebut kepada kabid nya. ” kata Kepala Bakesbangpol Provinsi Jambi itu pada awak media, Rabu (14/11/18).

Lebih lanjut, Asnawi juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini masi menunggu hasil dari pemeriksaan Polisi. Jika Oknum PNS Bakesbangpol tersebut terlibat dalam pelanggaran berat, maka pihaknya akan kordinasi ke BKD.

“Kita masi menunggu hasil dari pemeriksaan polisi, kalau kasusnya berat kita lapor ke BKD, dan PNS tersebut bisa terancam dipecat. Karena kami sifat nya hanya bisa membina yang bisa memberhentikan tergantung keputusan dari pihak BKD karena Iwing Mariadi tersebut PNS.” pungkasnya.